Ya, ini ada kaitannya lagi dengan mata kuliah Analisis Laporan Keuangan. Melihat prospek persahaman, akhirnya makin tertariklah aku untuk mendalami saham yang ada di luar Indonesia, khususnya saham US-- sebagai investasi, bukan trading.
Begini saja deh analisis simpelnya untuk mencari saham yang cocok dan masih murah:
1. Lihat komposisi utangnya, kalau utangnya di bawah 50% dari total aset, itu dikatakan bagus.
2. Lihat cash flow/arus kasnya, kalau arus kasnya positif, oke bagus. Perusahaannya punya cukup uang.
3. Lihat laba/ruginya, kalau 5 tahun terakhir mencatatkan laba, itu tandanya perusahaan kinerjanya bagus.
4. Sering bagi dividen atau gak? Sering? Gass investkan di sana. Jarang bagi dividen? Skip, perusahaan ini tidak loyal ke investornya.
5. Hitung PBV. Langkah pertama, hitung total ekuitas dibagi dengan jumlah saham yang beredar (ini dinamakan book value/nilai buku). Langkah kedua, bandingkan dengan harga saham di pasar/market. Kalau book value lebih tinggi dibanding harga saham di pasar, sahamnya undervalue. Artinya, beli saham saat di harga murah-murahnya, alias lagi diskon lah.
Itu saja sih 5 tips simpelnya. Ini berdasarkan pengalaman pribadi, disclaimer on! Risiko ditanggung pribadi masing-masing, aku hanya berbagi, thanks!
![]() |
| Sedang penasaran dengan sahamnya META, wkwkwk |






